Digital Business Model Training to Support the Development of a Modern Market for Local Street Vendors and Tourism Awareness Groups in the Mandalika Special Economic Zone

PELATIHAN MODEL BISNIS DIGITAL UNTUK MENDUKUNG TERCIPTANYA PASAR MODERN BAGI PEDAGANG KAKI LIMA DAN KELOMPOK SADAR WISATA PADA KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA

  • Nadiyasari Agitha University of Mataram
  • Ario Yudo Husodo University of Mataram
  • Fitri Bimantoro University of Mataram
  • Ida Bagus Ketut Widiartha University of Mataram
  • Santi Ika Murpratiwi University of Mataram
Keywords: Pasar Modern, KEK Mandalika, Model Bisnis, Pokdarwis, PKL

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas yang mulai dikenal dunia karena penyelenggaraan MotoGP dan kegiatan balapan lainnya yang berstandar nasional maupun internasional. Dalam mendukung kegiatan tersebut, aktivitas jual beli berkembang pesat, terutama oleh Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun, dalam praktiknya, beberapa PKL menjajakan dagangan mereka dengan cara memaksa dan kurang sopan, yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan serta menurunkan citra pariwisata KEK Mandalika. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan model bisnis digital yang didukung oleh teknologi dari Dinas Perdagangan NTB, yaitu NTB Mall. Program pengabdian ini melibatkan beberapa tahapan: persiapan aplikasi NTB Mall, pelatihan literasi digital, pelatihan model bisnis digital, serta pelatihan pengelolaan pasar modern. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) siap menjadi agent of change, terbukti dengan hasil pengujian System Usability Scale (SUS) sebesar 85, yang menunjukkan tingkat penerimaan aplikasi yang tinggi. Dampak lain yang terukur dari program ini mencakup peningkatan keterampilan digital bagi PKL, pemahaman strategi pemasaran digital, serta pertumbuhan ekonomi bagi para pedagang yang telah berpartisipasi. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan tata kelola kawasan KEK Mandalika dengan menata lokasi berdagang yang lebih rapi dan terorganisir, sehingga menciptakan lingkungan wisata yang lebih nyaman. Program ini juga mendorong peningkatan inklusi ekonomi bagi PKL melalui pemanfaatan teknologi digital, yang memungkinkan mereka untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di era digital.

Published
2025-03-31
Section
Articles