Empowering NTB Communities through Korean Language Training and Business Digitalization to Enhance Tourism and SMEs

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NTB MELALUI PELATIHAN BAHASA KOREA DAN DIGITALISASI USAHA UNTUK MENINGKATKAN PARIWISATA DAN UKM

  • Ida Bagus Ketut Widiartha University of Mataram
  • Budi Irmawati University of Mataram
  • I Gede Pasek Suta Wijaya University of Mataram
  • I Wayan Agus Arimbawa University of Mataram
  • Moh. Ali Albar University of Mataram
  • Santi Ika Murpratiwi University of Mataram
  • Dirga Jayusman
  • Destia Suhada University of Mataram
Keywords: Pariwisata NTB, Pelatihan Bahasa Korea, Digitalisasi Usaha, Pemberdayaan Masyarakat, Personal Branding

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi besar di sektor pariwisata dengan kontribusi 19,5% terhadap pendapatan daerah. Namun, rendahnya keterampilan Bahasa Korea dan literasi digital masyarakat serta pelaku UKM menjadi hambatan dalam pelayanan wisatawan, khususnya asal Korea Selatan, dan promosi produk lokal. Padahal, kemampuan berbahasa Korea sangat penting untuk memperkuat interaksi, pengalaman wisatawan, promosi budaya, dan perluasan pasar produk lokal. Untuk menjawab tantangan tersebut, Universitas Mataram melalui Program KKN Internasional bekerja sama dengan Seoul National University Social Responsibility (SNU-SR) dan Universitas Nasional (UNAS). Program ini mencakup pelatihan Bahasa Korea praktis, pengembangan konten digital, strategi pemasaran berbasis media sosial, serta personal branding bagi UKM. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi, seleksi, pelatihan hybrid (online–offline), pendampingan, evaluasi, dan pembentukan komunitas keberlanjutan. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan komunikasi dasar Bahasa Korea, keterampilan produksi konten digital, penguatan branding usaha, serta terbentuknya komunitas pasca pelatihan. Survei menunjukkan program ini efektif meningkatkan daya saing pariwisata NTB, terutama dalam menarik wisatawan Korea Selatan, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam pariwisata dan ekonomi kreatif.

Published
2025-09-30
Section
Articles