Strengthening Ethical Digital Literacy through Reflection, Creative Works, and the Development of a School Code of Ethics at SMPIT Anak Sholeh Mataram
PENGUATAN BUDAYA LITERASI DIGITAL BERETIKA MELALUI REFLEKSI, KARYA, DAN KODE ETIK SEKOLAH DI SMPIT ANAK SHOLEH MATARAM
Abstract
Literasi digital pada peserta didik perlu diperkuat tidak hanya dari sisi kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dalam aspek etika, keamanan, dan tanggung jawab bermedia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat budaya literasi digital beretika pada siswa SMP IT Anak Sholeh Mataram melalui edukasi, evaluasi pemahaman, dan kegiatan berbasis karya. Kegiatan dilaksanakan dalam dua pertemuan, yaitu 14 April dan 29 Mei 2026, dengan melibatkan 185 siswa kelas VII dan VIII serta 32 guru. Pertemuan pertama berisi pre-test, penyampaian materi pengenalan literasi digital dan etika digital, tanya jawab, serta post-test menggunakan Wayground. Selanjutnya, siswa membuat poster digital secara berkelompok dengan pendampingan guru TIK. Sebanyak 31 karya poster terkumpul dan kemudian dinilai untuk menentukan pemenang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan accuracy Wayground dari 76% pada pre-test menjadi 91% pada post-test, atau meningkat 15 poin persentase. Tema keamanan dalam literasi digital menjadi tema yang paling banyak diangkat siswa. Pertemuan kedua diisi dengan pengumuman pemenang, pemberian penghargaan, serta penyerahan legacy berupa buku kumpulan poster dan papan akrilik literasi digital kepada sekolah. Survei kepuasan memperoleh rata-rata 4,02/5 dari 114 siswa dan 4,56/5 dari lima responden pihak sekolah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan memberikan respons positif sekaligus menghasilkan karya dan media edukasi yang dapat mendukung keberlanjutan literasi digital di sekolah.






