Empowering Youth through Digital Literacy and Optimization of Village Information Systems for Tourism Promotion in Mertak Village, Central Lombok, West Nusa Tenggara
PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI LITERASI DIGITAL DAN OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI DESA UNTUK PROMOSI PARIWISATA DI DESA MERTAK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH, NTB
Abstract
Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki potensi alam, budaya, kuliner, aktivitas masyarakat, dan usaha mikro yang mendukung pengembangan pariwisata, tetapi belum direpresentasikan secara sistematis melalui situs web resmi desa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan pemuda melalui penguatan literasi digital dan optimalisasi Sistem Informasi Desa berbasis OpenSID sebagai media informasi publik dan promosi pariwisata. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik dengan melibatkan 18 peserta pada pelatihan tanggal 10 Juli 2026. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi literasi digital, praktik OpenSID, penataan situs web, publikasi konten, pendampingan, dan evaluasi proses. Peserta mempraktikkan pembaruan identitas desa, konfigurasi tema, penataan menu, pengelolaan tautan media sosial, serta publikasi artikel. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan situs web dari kondisi awal yang minim konten menjadi lebih representatif dengan identitas desa yang jelas, menu Berita Desa, Budaya, Wisata, Program Prioritas, informasi demografis, serta artikel yang telah dipublikasikan. Kegiatan juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam pengelolaan OpenSID. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Sistem Informasi Desa sebagai media promosi pariwisata memerlukan dukungan kapasitas digital, pengelolaan konten, pembagian peran editorial, dan tata kelola yang berkelanjutan. Program ini berkontribusi terhadap SDG 4.4 melalui penguatan keterampilan digital, SDG 8.9 melalui dukungan promosi pariwisata, budaya, dan produk lokal, SDG 16.10 melalui peningkatan akses informasi publik, serta SDG 17.17 melalui penguatan kemitraan. Kontribusi tersebut berada pada tingkat penguatan kapasitas dan luaran kelembagaan, bukan sebagai bukti ketercapaian target SDGs. Evaluasi selanjutnya perlu mencakup pre-test–post-test, analitik situs web, frekuensi publikasi, dan keterlibatan media sosial.






